Senin, 02 Desember 2013

Manusia dan Pandangan Hidup

Makna Pandangan Hidup

Manusia dan pandangan hidup adalah merupakan satu di antara beberapa materi pokok ilmu yang terkandung dalam Ilmu Budaya Dasar. Ilmu Budaya Dasar atau yang identik dengan istilah Basic Humanities itu sendiri dimaksudkan agar dengan kondisi kehidupan masyarakat kita yang demikian heterogen diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, dan lebih halus.
Menurut Koentjoroningrat, sebagai salah satu pokok bahasan dalam Ilmu Budaya Dasar, pandangan hidup mengandung pengertian yang mendasar yakni bahwa Pandangan Hidup adalah nilai – nilai yang dianut oleh suatu masyarakat yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan di dalam masyarakat.
Sistem nilai budaya sering juga merupakan pandangan hidup atau world view bagi manusia yang menganutnya. Apabila “sistem nilai” merupakan pedoman hidup yang dianut oleh sebagian besar warga masyarakat, “pandangan hidup” merupakan suatu sistem pedoman yang dianut oleh golongan-golongan atau, lebih sempit lagi, oleh individu-individu khusus di dalam masyarakat. Oleh karena itu, hanya ada pandangan hidup golongan atau individu tertentu, tetapi tidak ada pandangan hidup pada keseluruhan masyarakat.

A.    PENGERTIAN

Pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia, tidak ada seorang pun yang hidup tanpa pandangan hidup meskipun pada tingkatan yang berbeda-beda. Pandangan hidup mencerminkan citra diri seseorang karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya.
Dalam kehidupanya manusia tidak akan terlepas dan 3 hal pokok, yakni:
     1)      Cita-cita, 
     2)      Kebajikan, dan
     3)      Sikap hidup
Karena itu pula, wajarlah apabila cita-cita, kebajikan dan sikap hidup merupakan bagian hidup manusia. Dan itu pulalah sebabnya cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup banyak menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seth yang melukiska cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup seseorang. Pandangan Hidup dan Ideologi Ideologi merupakan komponen dasar terakhir dan sistem sistem sosial budaya. Pengertian ini menyangkut sistem-sistem dasar kepercayaan dan petunjuk hidup sehari hari.
Suatu ideologi bagi masyarakat tersusun dari 3 unsur, yakni:
1. Pandangan hidup
2. Nilai-nilai
3. Norma-norma
Pendapat tersebut menunjukkan bahwa pandangan hidup itu merupakan bagian dan ideologi kebudayaan yang dapat membuat kemungkinan-kernungkinan menjawab pertanyaan mengapa (why) tentang sesuatu dan kehidupan.

B.     KLASIFIKASI PANDANGAN HIDUP

1. Pandangan Hidup yang berasal dari Agama yaitu pandangan hidup yang mutlak
    kebenarannya.
2. Pandangan hidup berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma-
    norma yang terdapat dalam Negara tersebut.
3. Pandangan hidup yang berasal dari renungan adalah pandangan hidup yang relative
    kebenarannya, karena sifatnya individu dan diyakini oleh persepsi diri sendiri.


C.    LANGKAH – LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai sarana kesejahteraan, ketenteraman dan sebagainya.
Maka kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Maka dari itu di bawah ini beberapa langkah-langkah dalam berpandangan hidup yang baik, sebagat berikut:
1.Mengenal.
Mengenal ini merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dan setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup.

2.Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang balk adalah mengcrti. Mengerti di sini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagairnana mengatur kehidupan bernegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama islam, hendaknya kita mengerti apa itu Al Qur’an, hadits dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mcngatu kehidupan baik di dunia niaupun di akherat. Selain itu juga kita mengerti untuk apa dan dan mana Al Qur’an, hadits, dan ijmak itu. Sehingga dengan demikian mempunyai suatu konsep pengrrtian tentang pandangan hidup Islam itu.

3.Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita mcniperoleh ganibaran yang tepat dan benar mengenai pandangan hidup itu sendiri.
Menghayati di sini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu denga memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu scndiri. Dengan menganalisa dan bertanya kepada orang yang lebih mampu dalam pemahaman pandangan hidup.

4.Meyakini
Setelah mengetahui kcbenaran dan validitasnya, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dan segi kemasyarakatan maupun bernegara dan dan kehidupan di akherat, maka hendaknya kita menyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
Dengan yakin (meyakini) berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu brrpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindakannya atau setidak-tidaknya tingkah laku dan tindak-tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.

5.Mengabdi
Pengabdian merupakan snatu hal yang pcnting dalani mcnghayati dan mcyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan ditenima baik oleh dirinya lebih – lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedang perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh prihadi kita sendiri. Dan mengabdi itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat. Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi kepada orang kedua orang tua.
Jadi bila kita sudah mengenal, mengerti, menghayati dan meyakini pandangan hidup ini, maka selayaknya disertai dengan pengabdian Dan pengabdian maka hendaknya dijadikan pakaiannya baik dalam waktu tenteram lebih-lebih bila menghadapi hambatan dan tantangan.


6.Mengamankan
Proses mengamankan mi merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah yang terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tetap tegaknya pandangan hidup itu. Misalnya seorang yang beragama Islam dan berpegang teguh kepada pandangan hidupnya, lain suatu ketika dia dicela baik secara langsung ataupun secara tidak Iangsung, maka jelas dia tak menenima celaan itu. Bahkan bila ada orang yang ingin merusak atau bahkan ingin memusnahkan agama Islam baik terang-terangan ataupun
secara diam-diam, sudah tentu dan sudah selayaknya bila kita mengadakan tindakan terhadap segala sesuatu yang menjadi pengganggu. Dengan kata lain para pengikut pandangan hidup Islam akan bertindak untuk mengamankan terhadap segala tindakan yang bermaksud atau ingin mengganggu salah satu diantara pandangan hidup itu, pasti ditindak selain oleh Allah kelak juga oleh para pengikut Islam itu sendiri.

D.    CITA-CITA DAN PANDANGAN HIDUP

Di samping itu juga pandangan hidup yang teguh ini akan mampu memperbaiki segala tingkah lakunya, baik dalam bermasyarakat ataupun dalam menyelesaikan segala masalah hambatan, gangguan dan tantangan sehingga nantinya akan terwujud cita-cita yang didambakannya.
Oleh karena itu scbagai makhluk yang mempunyai cita-cita terutama cita-cita yang akan memimpin kepada kebaikan dan keselamatan baik pribadi maupun orang lain dan lebih-lebjh keselamatan di akherat kelak.
Bila kita kaji lebih datam maka dalam berpandangan hidup yang baik itu tentu terdapat keyakinan yang teguh. Pandangan hidup yang demikian ini merupakan dasar akan adanya cita-cita artinya bila adanya cita-cita ini didasari oleh pandangai hidup ini maka cita-cita ini akan lebih besar kemungkinannya dan bila berhasil maka berarti cita- citanya itu merupakan hasil petunjuk dan Allah sebagai pencipta seluruh makhluk yang ada. Dengan demikian besar kemungkinannya untuk selamat dalam menjalankan tugas dan keberhasilan cita-citanya itu dengan syarat yang bcrsangkutan selalu berpegang teguh pada pandangan hidupnya dimanapun berada.
  



Daftar Pustaka :
1.      Buku Ajar Ilmu Budaya Dasar

3.      Seri Diktat Kuliah MKDU: Ilmu Budaya Dasar karya Widyo Nugroho dan Achmad Muchji, Universitas Gunadarma

Jumat, 29 November 2013

Manusia Dan Keindahan Alam

Bersyukur Atas Keindahan Alam

Manusia dikaruniai sepasang mata yang baik oleh Allah. Mata membantu manusia untuk melihat. Setiap hal yang Allah ciptakan, bertujuan untuk beriman dan bertaqwa kepadaNya. Salah satu bentuk ketaqwaan manusia atas karunia penglihatan adalah bersyukur atas keindahan alam yang Allah ciptakan di dunia ini.

A.   Pengertian
Keindahan adalah susunan yang teratur dari bagian yang erat antara satu dengan lainnya (Baumgarten, pujangga Jerman), keindahan adalah sesuatu yang memiliki proporsi yang harmonis (Shaftesbury, pujangga Jerman), Keindahan adalah keserasian obyek dengan tujuannya (Emmanuel Kant).
Keindahan atau keserasian diwujudkan dalam bentuk ukuran, perpaduan, pertentangan atau keseimbangan. Ukuran segi panjang yang indah adalah 3 berbanding 5, perpaduan kulit yang gelap dengan baju yang berwarna lembut adalah serasi, pertentangan tinggi rendah atau keras lembutnya suara musik adalah indah dan keseimbangan yang tercipta dari seorang yang bertubuh tinggi mengenakan baju bergaris horisontal atau orang yang pendek mengenakan baju bergaris vertikal adalah serasi.
Keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, cantik, atau elok. Indah sama dengan “beauty” (bahasa Inggris), “Beau” (bahasa Perancis) atau “Bello” (bahasa Italia). Keindahan dapat diartikan secara artistik, terbatas, dan luas.
Keindahan dalam arti artistik bersifat subyektif, artinya keindahan tersebut merupakan hasil hubungan antara pikiran dengan benda yang diamati. Keindahan artistik ditentukan oleh unsur dinamis berupa kesan yang berubah akibat dunia yang selalu berubah-ubah.Unsur dinamis menyebabkan keindahan artistik juga dinamis, artinya kendahan dinilai sesuai dengan tempat dan jamannya. Dengan demikian, keindahan dalam arti artistik merupakan hasil hubungan antara pikiran dengan benda yang diamati yang selalu berubah kesannya sesuai tempat dan jamannya.
Salah satu bentuk perilaku syukur atas karunia keindahan alam yang nikmati matakita adalah bertafakur alam.

B.   Tafakur Alam
Tafakur artinya kegiatan berfikir, memikirkan atau merenungi secara mendalam. Tafakur berarti bagaimana kita sebagai hamba Allah selalu memikirkan, merenungi akan kekuasaan Allah yang meliputi langit bumi beserta seluruh ciptaan-Nya ini, tidak hanya melalui akal semata tetapi juga disertai dengan zikir & fikir dihati.
Bertafakur bukanlah berkhayal dan berangan-angan kosong, bukan memikirkan keduniaan yang tak pernah habis. Tapi mengarahkan kita untuk memikirkan semua fenomena alam dan kaitannya dengan keimanan. Itulah tafakur yang akan mempunyai pengaruh pada kebersihan hati. Tafakur adalah berfikir jauh menerawang dan menerobos alam dunia kedalam alam akhirat, dari alam ciptaan-Nya menuju kepada sang Khalik.
 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”.  AliImran:190-191

C.   Alam Semesta
“Sekadar aku keluar dari rumah dan apa yang tertangkap oleh mataku, pasti aku melihat bahwa ada nikmat Allah atasku dari apa yang ku lihat. Dan dari sana aku memetik pelajaran
untuk ku (Abu Sulaiman Ad Darani seorang shalih dari generasi Tabiin)

Bila kita telah selesai mentafakuri keagungan Allah atas apa yang ada di diri kita, maka kita bisa mulai mentafakuri ciptaan Allah lainnya, yang bermilyar bahkan trilyunan jumlahnya atau bahkan tak terbatas jumlahnya, meliputi tumbuhan, daratan, laut, udara bahkan semua ciptaan yang ada di angkasa raya, meliputi bintang, bulan, matahari dan lain sebagainya. Semesta kreasi Allah SWT yang sempurna dengan berbagai hukumnya yang banyak tidak dapat dipahami oleh pikiran manusia, pasti tidaklah muncul dengan sendirinya.

D.   Waktu Tafakur
Waktu untuk melakukan tafakur bisa kapan saja dan dimana saja, firman Allah dlm surah Ali Imran:191 “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk, dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”.
Tetapi waktu tafakur yang paling afdal adalah saat tengah malam. Berzikir di suasana lengang, hening, sunyi senyap, dan disaat saat kesendirian kita, bisa membawa kita ke suasana syahdu hingga bisa menciptakan suasana romantisme antara seorang hamba dan sang Khaliknya.

E.   Tujuan Tafakur
Tafakur dilakukan oleh seorang hamba bertujuan dalam rangka mengenal ma’rifatullah kepada Zat Allah, sifat-sifatnya serta nama-namaNya. Diriwayatkan Ibunu Abbas bahwa suatu hari Rasul SAW menemui suatu kaum yang sedang bertafakur. Beliau bertanya, “Mengapa kalian tidak berkata kata? “Mereka menjawab, “Kami sedang memikirkan tentang ciptaan Allah SWT.” Beliaupun bersabda, “Kalau begitu lakukanlah. Pikirkanlah tentang ciptaan Allah, tetapi jangan memikirkan Zat-Nya, karena kamu tidak akan sanggup memikirkannya”.
Jadi bila hendak mengenal Allah bukan Dzatnya yang kita tafakuri atau pikirkan, tapi hasil karya atau ciptaannya yang meliputi bumi langit dan seluruh isinya. Dari proses tafakur ini dengan sendirinya kita dapat menemukan berbagai keajaiban dan rahasia yang menunjukkan kebijaksanaan, kekuasaan, kemuliaan dan keagungan Allah, yang Insya Allah dengan sendirinya tidak hanya akan menuntun jalan kita lebih mengenal Allah, tetapi juga pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta seorang hamba kepada sang Khalik-Nya.
Jika kita merutinkan tafakur, maka akan muncul kesempuranaan dalam keberagamaan kita. Siapa saja yang melakukannya dengan baik, maka ia akan beroleh kebaikan yang besar. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, tidak ada ibadah yang sepenting tafakur. Sebab tafakur itu pelita kalbu. Bila ia pergi, tiada cahaya yang menerangi. Tafakur akan menjadikan hatimu hidup, sinarnya akan menerangi seluruh jiwa dengan keimanan dan keyakinan


Daftar Pustaka :

Manusia Dan Cinta Kasih

CINTA DALAM ISLAM

Manusia adalah makhluk sosial. Yang berarti manusia saling membutuhkan satu sama lain dengan saling ketergantungan dan saling menguntungkan terhadap sesama. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan dengan kemampuan akal yang istimewa lebih dari makhluk lainnya. Dengan akal tersebut, manusia dapat berpikir, apa yang harus mereka lakukan, apa yang mereka perlukan, dan mengapa mereka harus melakukan sesuatu hal. Semua itu dikarenakan manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan sebuah akal serta perasaan untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Perasaan tersebut adalah sebuah cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup.
Cinta dan manusia sangatlah erat kaitannya. Setiap manusia pastilah memiliki cinta, entah itu cinta kepada sang pencipta, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada sesama makhluk ciptaan tuhan, maupun rasa cinta kepada alam. Cinta merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada semua makhluk ciptaannya. Manusia adalah makhluk sosial yang tak dapat hidup sendiri, didalam kehidupannya manusia pastilah memerlukan pendamping, namun karakter setiap manusia itu berbeda, maka dari itu untuk menyatukannya perlulah didasari oleh rasa cinta agar manusia dapat hidup berdampingan. Dengan adanya rasa cinta manusia dapat saling menjaga dan melindungi.

A.   Pengertian Cinta

Menurut kamus umum bahasa Indonesia  karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, saebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.
Pengertian tentang cinta dikemukakan  juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu: keterikatan. Keintiman, dan kemesraan.  Yang dimaksud dengan  keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah  keintiman  yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada  jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak,  ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling  menyimpan rahasia  dan lain-lainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah  adalah cinta kepada  orang tua, anak, saudara, suami / istri dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.

B.   Cinta Dalam Pandangan Islam

Kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki erti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.Sebagaimana dalam surah Ali Imram (14) :
“Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).” Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.

Dari penbacaan saya terdapat satu hadis mengenai cinta,tetapi saya lupa dari siapa perawinya,disini saya kongsikan buat tatapan semua :
“man ahabba syai’an fa huwa `abduhu”, Barang siapa yang mencitai sesuatu pasti dia akan diperbudak olehnya. Berikut ini akan saya bahas erti cinta menurut Alquran.
Menurut hadis Nabi, orang yang sedang  jatuh cinta cenderung  selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu),kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga,
Ciri dari cinta sejati ada tiga :
(1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain.
(2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain.
(3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemahuan orang lain atau diri sendiri.

C.   Pengertian Cinta Dalam Al-Qur’an

1. Cinta Mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “menyayangi”. Orang yang memiliki cinta jenis Mawaddah, mahunya selalu berduaan, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak biasa berfikiran lain.

2. Cinta Rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis Rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya disbanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meskipun untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta Rahmah adalah cinta antara orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam Al- Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham, yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologi  kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi ertinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta Mawaddah dan Rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin,dunia akhirat.

3. Cinta Mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga tidak menpedulikan hal-hal lain, cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis Mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

4. Cinta Syaghaf, adalah cinta yang sangat mendalam, alami, kerinduan dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) biasanya seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tidak menyedari apa yang dilakukan. Al- Qur’an menggunakan terma Syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, isteri pembesar Mesir kepada Nabi Yusuf.

5. Cinta Ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tegas membangunkannya untuk solat, membelanya meskipun salah. Al- Qur’an menyebut terma ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta Ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini khusus hukuman bagi pezina (Q/24:2).
“Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman siksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman”. 

6. Cinta Shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al- Qur’an menyebut terma ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf  berdoa agar dipisahkan dengan Zulaikha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33).
Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata: “Wahai Tuhanku! Aku lebih suka kepada penjara dari apa yang perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya. Dan jika Engkau tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan cenderung kepada mereka, dan aku menjadi dari orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya”.

7. Cinta Syauq (rindu). Terma ini bukan dari Al -Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan Al_Qur’an. Dalam surah Al `Ankabut ayat 5 dikatakan : “bahawa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba”. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa iltihab naruha fi qalb al muhibbi.

8. Cinta Kulfah, yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif  meskipun sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut A-l Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286).
Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir”.
Jika kita melihat kepada sejumlah kitab tafsir, maka akan ditemukan begitu banyak pendapat para ulama tentangSakinah, Mawaddah, dan Rahmah (QS Ar-Rum: 21).
“Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Ia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir.”
Itulah tiga kondisi yang Allah SWT tanamkan dalam hati setiap manusia normal sebagai salah satu tanda dari kekuasaan-Nya. Pada umumnya, para ulama menafsirkan rahmah sebagai bentuk kasih sayang yang wujudnya lebih dalam dari sekedar cinta. Ia terwujud dalam sikap suami yang melindungi, mengayomi, dan tidak ingin isterinya mendapat celaka dan gangguan.

D.   Penutup
Dengan demikian, perasaan pertama yang muncul pada diri seorang suami pada isterinya adalah sakinah (ketenangan) saat berada di sisinya. Kemudian ia melahirkan perasaan cinta, dan pada tahap selanjutnya sikap kasih sayang. Sikap kasih sayang inilah yang membuat suami isteri tetap akur dan harmonis sampai pada usia senja meski dorongan syahwat dan cinta sudah melemah.

Adapun para ulama berpendapat, bahwa cara untuk mendapatkan sakinah, mawaddah, dan rahmat: Pertama,takwa kepada Allah baik dari sebelum menikah, dalam proses menikah, terlebih lagi sesudah menikah. Kedua,memahami rambu-rambu serta hak dan kewajiban suami isteri. Dan ketiga, berdoa selalu kepada Allah agar diberi sakinah. mawaddah, dan rahmah tadi Ada juga pendapat yang mengungkapkan tentang makna Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah:

Pertama, Sakinah (ketentraman). Ia bermakna kecenderungan dan kecondongan hati. Artinya seorang lelaki (suami) akan senang dan merasa tenteram jika berada di samping wanita (isterinya).

Kedua, Mawaddah (cinta). Menurut Mujahid maknanya adalah jima (persetubuhan antara suami isteri). Namun, secara umum maknanya adalah kecintaan suami kepada isterinya.

Ketiga, Rahmah (kasih sayang). Ada yang menafsirkannya dengan kelahiran anak, sebagaimana bunyi firman Allah pada surah Maryam ayat 2 dan 7, yang menyebutkan anak sebagai rahmat.
Wallahu a’lam bish-shawab.



Daftar Pustaka :
1.      Kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin dan taksir Al-Quran

Kamis, 28 November 2013

Manusia dan Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Manusia dibekali akal pikiran sebagai hakekat alaminya. Manusia sebagai makhluk yang berakal dituntut untuk menggunakan akal mereka dalam hidup. Seperti untuk bertahan hidup. Untuk bertahan hidup, manusia akan terus mencari tahu tentang alam yang mereka tinggali.
Dalam perjalanan hidup manusia, pengetahuan tentang alam akan semakin berkembang. Jika pengetahuan tentang alam yang kita tinggali semakin luas, dirasa akan semakin mudah menjalani hidup. Tidak hanya pengetahuan, manusia membutuhkan benda-benda yang dapat membantu dan memudahkan bahkan mengganti pekerjaannya. Maka manusia membutuhkan teknologi.
Dewasa ini manusia sudah sangat bergantung pada teknologi demi kelangsungan hidupnya. Teknologi ibarat kebutuhan pokok bagi manusia masa kini. Di samping sebagai alat bantu, teknologi juga telah menjadi gaya hidup. Di zaman yang disebut sebagai zaman teknologi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangatlah penting bagi manusia.

A.   Pengertian
Menurut Langeveld pengetahuan ialah kesatuan subjek yang mengetahui dan objek yang diketahui, di tempat lain dia mengemukakan bahwa pengetahuan merupakan kesatuan subjek yang mengetahui dengan objek yang diketahui, suatu kesatuan dalam mana objek itu dipandang oleh subjek sebagai dikenalinya. Dengan demikian pengetahuan selalu berkaitan dengan objek yang diketahui, sedangkan Feibleman menyebutnya hubungan subjek dan objek (Knowledge : relation between object and subject). Subjek adalah individu yang punya kemampuan mengetahui (berakal) dan objek adalah benda-benda atau hal-hal yang ingin diketahui. Individu (manusia) merupakan suatu realitas dan benda-benda merupakan realitas yang lain, hubungan keduanya merupakan proses untuk mengetahui dan bila bersatu jadilah pengetahuan bagi manusia.
Teknologi merupakan hasil buah pikir manusia. Semakin hari teknologi semakin berkembang dari segi manfaat, tampilan, dan sebagainya.

B.   Manusia dan IPTEK
Pada sisi kemanusiaan, manusia menempati posisi ganda yaitu manusia tidak hanya sebagai subjek (pelaku), tetapi juga sebagai objek (sasaran). Tujuan akhir dari pengetahuan adalah untuk mengetahui sebanyak-banyaknya tentang dunia bahkan seluruh alam semesta, sedangkan tujuan dari teknologi adalah sedapat-dapatnya mengubah dunia. Manusia sebagai subjek akan selalu melakukan penelitian dan percobaan dalam bidang pengetahuan dan menggunakan teknologi yang maju untuk memperoleh penemuan-penemuan baru untuk mengubah dunia, sedangkan manusia sebagai objek mudah tergiur dengan hal-hal baru tersebut dengan minat yang tinggi menggunakan penemuan-penemuan baru tersebut sehingga mempermudah proses pengubahan dunia.

C.   Berbagai Perkembangan IPTEK dalam Pembangunan dan Lingkungan

-          Pengembangan IPTEK dalam Pertimbangan Nilai Etis dan Religius
Perkembangan IPTEK yang sangat pesat membuat masyarakat dapat menikmati segala sesuatunya dengan lebih leluasa, bebas, mudah, dan mekanis (diatur computer, mesin, dan rasional). Perkembangan teknologi mengenai perilaku manusia mengakibatkan munculnya masalah-masalah religious dan etis, misal saja yang berkaitan dengan etika, seperti pemahaman tingkah laku manusia demi tujuan ekonomi dengan keuntungan yang banyak menyebabkan penggunaan media massa untuk mengatur tingkah kalem dalam arti selalu mengikuti modeyang sedang trend, sedangkan dalam kaitannya dengan religi, berbagai media hasil teknologi yang menampilkan kebudayaan yang bertentangan dengan nilai agama menjadi dampak negatif.
Seperti diketahui, saintisme yang cenderung berbicara tentang manusia sebagai suatu objek yang merupakan hasil perpaduan dan persenyawaan kimiawi yang kompleks yang semuanya ingin dijelaskan secara ilmiah dan alamiah, sedangkan etika berbicara tentang manusia sebagai subjek yang tentu saja terbatas oleh pengetahuan alamiah tetapi manusia tidak sekadar objek yang pasif melainkan hidup dan selalu mempersoalkan kehidupannya.

-          Keseimbangan, Peran, dan Pengaruh IPTEK dalam Pembangunan Lingkungan
Perkembangan IPTEK dalam pembangunan lingkungan sangat berperan dan memiliki dampak positif maupun negatif. Perkembangan IPTEK dapat mendatangkan kemakmuran materi, adanya perkembangan ini menimbulkan cabang-cabang ilmu pengetahuan yang dapat membantu pembangunan suatu Negara menjadi lebih maju, perkembangan bioteknologi dapat metentukan jenis tanah, mengetahui syarat tumbuh tanaman, ditemukannya serat sintesis, berkembangnya alat-alat elektronika, media massa komunikasi yang canggih, dan lain-lain.
Namun tak lepas dari itu, pemanfaatan produk IPTEK yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan muncul dampak negatif. Misal penggunaan pestisida yang berkelanjutan dapat menyebabkan rusaknya keseimbangan ekosistem, asap pabrik, asap kendaraan, dan sejenisnya dapat merusak lapisan ozon. Oleh karena itu, penggunaan produk IPTEK yang semakin berkembang hendaknya memiliki keseimbangan dengan kondisi pembangunan dan lingkungan sehingga tujuan dari IPTEK tersebut dapat tercapai.

-          Pengembangan IPTEK dalam Pembangunan Indonesia
Suatu proses inovasi tentu berkaitan dengan penemuan baru dalam teknologi yang biasanya merupakan proses social melalui tahap discovery dan invention, discovery baru menjadi invention apabila suatu penemuan baru telah diakui, diterima, dan diterapkan oleh masyarakat. Inovasi merupakan sistem ide atau gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh masyarakat. Discovery adalah penemuan baru dari unsur kebudayaan yang belum diakui dan digunakan secara luas aleh warga masyarakat. Invention adalah penemuan baru yang sudah diterima, diakui, dan digunakan secara luas oleh warga masyarakat.
Pemerintah menyadari, sehingga pengembangan dan kemajuan IPTEK bagi pembangunan Negara, cepatnya perkembangan ini ditentukan oleh iklim dan lingkungan yang sehat. IPTEK dapat berkembang dengan cepat apabila cukup tersedia peneliti yang memadai. Selai itu, penghargaan terhadap peneliti merupakan dorongan yang dapat membuat semangat peneliti untuk bekerja lebih keras. Pada saat ini, Indonesia belum dapat bersaing dengan Negara-negara maju dalam bidang penelitian dasar tertentu karena sarana dan prasarana untuk melakukannya saat ini belum memungkinkan. Sebaliknya, peneliti Indonesia masih harus bekerja keras dan tekun untuk melakukan penelitian yang khas, seperti meteorologi, vulkanologi, bahasa daerah, dan lain-lain. Kebanyakan teknisi di Indonesia memanfaatkan produk luar negeri untuk kemudia dirakit kembali di dalam negeri.

-          Peran dan Pengaruh IPTEK dalam Meningkatkan Kesejahteraan
IPTEK dalam meningkatkan kesejahteraan manusia dapat berperan sebagai cabang-cabang ilmu pengetahuan baru yang berkaitan dengan sarana dan prasarana yang digunakan manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Hal ini berpengaruh pada perkembangan dunia yang menunjukkan kecenderungan yang sangat memprihatinkan akibat kesalahan dalam memanfaatkan kemajuan IPTEK.
IPTEK membawa kemudahan, kemakmuran, dan kenyamanan, sedangkan teknologi komunikasi membuat komunikasi global jadi lebih mudah. Penerapan perkembangan IPTEK dilakukan agar mendapatkan kemudahan hidup. Namun juga memiliki berbagai dampak negatif seperti mengakibatkan pemusatan kekuasaan terhadap alam pada sejumlah kecil manusia di bumi yang akhirnya menguasai manusia lain, masalah kesempatan kerja makin minim, sedangkan angkatan kerja makin bertambah. Berbagai masalah tersebut bersumber pada dinamika kependudukan, pengembangan SDA, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan teknologi yang kesemuanya bertitik tolak pada suatu masalah. Ilmu dan teknologi merupakan harapan manusia untuk membantu memecahkan masalah dan mengatasi kesulitannya, ilmu dan teknologi tidak netral dalam arti tidak bebas dari nilai-nilai konteks jual.

-          Peran dan Pengaruh IPTEK dalam Bidang Pertahanan
Dengan berkembangnya IPTEK, system pertahanan dan keamanan pun dapat ditingkatkan seperti dengan meningkatkan system transportasi dan komunikasi. Perkembangan IPTEK akan memudahkan mengetahui berbagai informasi dan perkembangan dunia luar. Dengan demikian, kewaspadaan terhadap berbagai ancaman dapat ditingkatkan. Selain itu,penemuan-penemuan teknologi dan pengetahuan tentang pengendalian diri, pertahanan diri, etika bekerja sama dengan pihak lain juga dapat meningkatkan hankam.

-          Perkembangan IPTEK dalam Era Globalisasi
Era globalisasi identic dengan kebebasan dan modernisasi. Oleh karena itu, IPTEK, globalisasi, dan modernisasi memiliki keterkaitan satu sama lain. Kemajuan IPTEK dalam era ini disebut tidak memiliki ambang batas dalam perkembangannya. Selain itu, sifat meterialisme manusia terhadap segala sesuatu termasuk ilmu pengetahuan, memungkinkannya untuk selalu berusaha menemukan sesuatu yang lebih daripada yang sudah ada. Sehingga dari masa ke masa keingintahuan manusia selalu berkembang demi kemudahan dan kenyamanan pembangunan dan kehidupan.

D.   Dampak IPTEK terhadap Kebudayaan
Kemajuan IPTEK dapat menimbulkan konflik dengan tata nilai budaya yang sudah ada. Perubahan kondisi kehidupan manusia sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakan. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalensi teknologi yang selain memiliki segi positif juga memiliki segi negatif.
Adapun dilihat dari segi positif:
ü  Informasi yang diperoleh dari perkembangan IPTEK (media elektronik, televisi, internet, satelit komunikasi, dan media cetak) dapat menciptakan kondisi kehidupan baru yang sebelumnya tidak dikenal.
ü  Dalam bidang teknologi kedokteran, alat kontrasepsi, meningkatkan kesejahteraan keluarga karena berhasil melaksanakan Keluarga Berencana.
ü  Mendorong penemuan hak kekayaan intelektual yang menjadi basis perkembangan di bidang perindustrian dan perdagangan.
ü  Memperkaya nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, mendorong kearah kemajuan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Dilihat dari segi negatif:
Ø  Manusia menjadi resah akibat adanya benturan nilai teknologi modern dengan nilai-nilai tradisional.
Ø  Kontak budaya yang ada dengan budaya asing menimbulkan perubahan system budaya.
Ø  Kemajuan IPTEKdalam bidang kedokteran, alat kontrasepsi, dapat mengarahkan perilaku seksual kalangan remaja hingga orang dewasa ke pergaulan bebas tanpa kontrol.
Ø  Gencarnya promosi produk melalui media elektronik dapat mengubahpola hidup dari produktif menjadi konsumtif, pola hidup hemat menjadi boros.
Ø  Merusak nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, mengahambat kemajuan, memperburuk sendi-sendi kehidupan, dan merugikan masyarakat sehingga terjadi krisis kemasyarakatan. Krisis tersebut dapat mengurangi bahkan menghapuskan arti seseorang.

E.   Kejanggalan Optimisme Teknologi
Apabila kemajuan IPTEK digunakan dengan semestinya maka akan menimbulkan dampak positif bagi manusia, tetapi bila kemajuan IPTEK disalahgunakan maka akan menimbulkan dampak negatif.
1.      Dampak Penyalahgunaan IPTEK terhadap Kebutuhan Pokok Manusia
a.       Pemakaian pestisida selain untuk memberantas hama tanaman ternyata juga dapat membunuh hewan ternak, meracuni hasil panen, bahkan manusia.
b.      Bahan berupa polimer sintetis atau plastic jika sudah menjadi sampah tidak bisa dihancurkan oleh bakteri bakteri pembusuk yang menyebabkan pencemaran tanah, dan jika dibakar akan menyebabkan penipisan ozon.
c.       Dengan teknologi modern, orang dengan mudah menebang pohon di hutan untuk membuat rumah, gedung, dan lain-lain. Sehingga berakibat hutan gundul dan terjadi banjir, erosi, pendangkalan sungai, kematian sumber air, dsb yang akhirnya menyengsarakan manusia itu sendiri.

2.      Dampak Penyalahgunaan SDA
Bahan tambang seperti minyak bumu dan batu bara jika digunakan berlebihan akan punah. Kemajuan teknologi membuat manusia melakukan filterisasi atau penyaringan air bersih namun pembersihan itu tidak selalu sempurna, lambat laun, air bersih akan menurun jumlah dan kualitasnya. SDA lainnya seperti hutan dan hewan pun jika digunakan secara berlebihan dampaknya akan membahayakan manusia sendiri.

3.      Dampak Penyalahgunaan SDM
a.       Semakin meningkatnya pengangguran karena lapangan pekerjaan semakin sempit.
b.      Munculnya pencemaran yang disebabkan zat radioaktif yang sangat beracun baik pada tanah, air, dan udara yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia.
c.       Teknologi dapat memtikan imajinasi, perasaan, dan kejiwaan manusia.

4.      Dampak Penyalahgunaan IPTEK terhdap Komunikasi danTeknologi
a.       Terjadi pencemaran suara dan udara.
b.      Berkurangnya lahan pertanian yang produktif karena digunakan untuk menampung jasa transportasi seperti terminal dan landasan pesawat terbang.
c.       Jika kemajuan IPTEK dikuasai oleh orang yang tidak bertanggung jawab akan munculnya kehancuran di muka bumi.

5.      Dampak Penyalahgunaan IPTEK terhadap Kesehatan
Kemajuan IPTEK dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya:
a.       Kanker, diakibatkan oleh pencemaran udara, penggunaan zat kimia, penggunaan sinar X yang tidak tepat.
b.      Absestos diderita karyawan pabrik akibat terkena debu Oksida Silikon.
c.       Terologi (kelainan bentuk) akibat penggunaan obat penenang oleh wanita hamil sehingga anak yang dilahirkan mengalami kelainan bentuk.

6.      Dampak Penyalahgunaan IPTEK dalam Pencapaian Kemakmuran dan Pelunasan Kemudahan
a.       Negara yang menguasai IPTEK lebih mudah memperoleh kemakmuran dibandingkan negara yang kurang menguasai IPTEK.
b.      Penerapan teknik nuklir yang dikembangkan negara adikuasa untuk membuat senjata mutakhir menimbulkan kegelisahan karena mengancam perdamaian dunia.
c.       Hubungan yang tidak serasi antara system produksi, system ekonomi, dan system ekologi sehingga terjadi pemakaian SDA secara berlebihan dan kurangnya pemanfaatan SDM yang melimpah akibatnya ada masyarakat yang menguasai produksi dan ada yang memerlukan pekerjaan.
d.      Tujuan manusia yang semula memanfaatkan IPTEK untuk mensejahterakan masyarakat ternyata mengakibatkan pemusatan kekuasaan terhadap alam dan akhirnya menguasai manusia lain.

F.    Pengembangan IPTEK tanpa Memuat Nilai Etis dan Religius
Hasil dari kemajuan IPTEK bila tidak diarahkan pemanfaatannya justru akan merugikan manusia, bahkan dapat menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Beberapa penemuan yang merugikan misalnya senjata nuklir, senjata kimiawi, dan biologis serta munculnya pencemaran udara, air, dan tanah yang dapat mengganggu keseimbangan dan keserasian lingkungan hidup. Meskipun hasil kemajuan IPTEK netral tapi keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan eksperimen dan keputusan untuk memilih fakta yang diperlukan tidak terbebas dari nilai dan di sinilah peranan dan perlunya nilai kemanusiaan yang luhur (nilai agama atau religius) untuk menentukan perkembangan dan pemanfaatan IPTEK ke arah yang lebih baik dan benar.
Jadi, perkembangan IPTEK tanpa memuat nilai etis dan religius akan menimbulkan dampak yang merugikan umat manusia di muka bumi. Dengan adanya nilai etis dan religius terhadap perkembangan IPTEK diharapkan nantinya dapat mengurangi resiko sekecil-kecilnya. Dalam perkembangan IPTEK, nilai etis dan religios  berfungsi sebagai alat pengontrol atau pengendali diri.




Daftar Pustaka :

1.      Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Dr. M. Rafiek, S. Pd., M. Pd.