Manusia Makhluk Berbudaya
Manusia adalah makhluk Tuhan yang dibekali akal pikiran. Salah satu buah pikir manusia adalah budaya. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari budaya. Mulai dari kebiasaan hidup, adat yang dijalani, tempat yang ditinggali, maupun pakaian yang dikenakan termasuk dalam budaya. Manusia dan budaya tidak dapat dipisahkan. Seperti sudah ditakdirkan untuk selalu berjalan beriringan. Bagaimana pun masyarakatnya, budaya akan selalu melekat pada masyarakat tersebut.
Seiring dengan zaman yang terus berubah, budaya pun ikut berubah mengikuti masyarakat itu sendiri. Jadi dimanapun, kapanpun, dan siapapun masyarakat tersebut, budaya akan selalu terikat kepada mereka.
A. Asal Kata Budaya
Budaya berasal dari kata dalam bahasa Sansekerta, yaitu bhud yang artinya “budi”. Budaya artinya “buah budi”. Budaya diartikan sebagai “hasil budi daya cipta manusia”. Sedangkan kata kebudayaan berasal dari bahasa yang sama namun dalam bentuk jamak, bhuddhayah. Jadi, kebudayaan diartikan sebagai “keseluruhan gagasan, karya, dan akal budi manusia yang sengaja diciptakan dan terus berkembang demi kepentingan, kebutuhan,kesejahteraan, kedamaian, kemakmuran, dan kepuasan hidupnya.
B. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi seluruh rakyat. Kebudayaan sama dengan cultuur (bahasa Belanda), sama dengan culture (bahasa Inggris) berasal dari perkataan latin “Colere” yang berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah pertanian (bertani). Jadi, arti culture adalah segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Kebudayaan adalah seluruh ide-ide, tindakan atau hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar atau keseluruhan dari kelakuan dan hasil kelakuan itu didapat dengan cara belajar.
Kebudayaan merupakan perkembangan majemuk budidaya artinya daya dari budi (kekuatan dan akal). Dapat juga dikatakan “kebudayaan” adalah konfigurasi dari tingkah laku yang unsur-unsur pembentukannya didukung atau diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu. Bagi Ilmu Sosial, kebudayaan adalah “seluruh dari kelakuan dan hasil manusia, kelakuan yang diatur oleh tata kelakuan yang harus didapatnya dengan belajar yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat Kebudayaan diartikan The General Body of The Art, meliputi seni sastra, seni music, seni pahat, seni rupa, pengetahuan filsafat, atau bagian indah dari kehidupan manusia”.
Menurut Antropologi Budaya, kebudayaan adalah “cara orang bersikap dan bertingkah laku yang dipelajari,yang indah yang menjadi adat kebiasaan masyarakat beserta hasilnya”. Kebudayaan adalah “pola-pola pemikiran serta tindakan tertentu yang terungkap dalam aktivitas”. Kebudayaan adalah aktivitas dan proses perkembangan dalam diri pribadi manusia”. Menurut Pembaca berita “Dua Jam Saja” di TVRI pada hari Sabtu, 9 Juni 2001 bahwa yang dimaksud Ilmu Humaniora “Basic Humanities” adalah menyitir pengertian Driyatkara, yaitu “proses memanusiakan manusia muda menjadi manusia dewasa santun”. Kebudayaan merupakan response manusia terhadap kebutuhan dasarnya. Kebudayaan adalah tingkah laku yang harus dipelajari oleh seseorang sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan adalah cara manusia untuk membuat dirinya bahagia di dunia.
Kebudayaan didefinisikan sebagai cara hidup manusia yang dirancang sebagai pedoman hidupnya. Kebudayaan adalah “keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang kesemuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat”. Kebudayaan adalah “segala ciptaan manusia yang sesungguhnya merupakan usaha dan memberi bentuk serta susunan baru alam pemberian Tuhan sesuai dengan kebutuhan jasmani dan rohani”.
C. Batasan Definisi Kebudayaan Menurut Beberapa Ahli
1. Sutan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan adalah “manifestasi dari cara berpikir”.
2. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
3. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
4. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial.
5. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
6. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat.
7. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
8. Francis Merill
Pola-pola perilaku yang dihasilkan oleh interaksi sosial. Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh seseorang sebagai anggota suatu masyarakat yang ditemukan melalui interaksi simbolis.
9. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya diantara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, institusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
10. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian pengulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar dialihkan secara genetik.
11. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistik, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreativitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
12. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda atau pun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
13. Ralph Linton (1893-1953)
Kebudayaan adalah sifat sosial turun temurun man’s social Heredity.
14. Alfred North Whitehead
Kebudayaan adalah “karya akal budi”.
15. K.A. Hidding
Kebudayaan sebagai “pengolahan alam”.
Dilihat dari beberapa definisi yang diberikan para ahli dapat kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri atas aturan dan norma yang dimiliki olehtiap masyarakat dan saling berintegrasi sehingga melahirkan masyarakat dengan akhlak mulia dan diterima oleh masyrakat lain.
D. Kriteria Kebudayaan- Sesuatu yang harus ditemukan sebagai sesuatu yang baru yang sebelumnya tidak ada.
- Sesuatu yang harus dialihkan dari generasi ke generasi
- Sesuatu yang harus diabadikan dalam keasliannya atau dalam bentuk yang dimodifikasi.
Ahli semantik Amerika, Alfred Korsybski menjelaskan proses penciptaan, pengalihan, dan pelanjutan yang lampau pada masa sekarang adalah kebudayaan “pengikat waktu, seperti tumbuh-tumbuhan mengikat bahan kimia, binatang megikat tempat, tetapi manusia mengikat waktu (Montague, dalam Suryadikara, Tanpa tahun: 2)
E. Benda-benda Kebudayaan- Kebudayaan Material (bersifat kebendaan, jasmaniah atau konkret) meliputi benda-benda ciptaan manusia, misalnya alat-alat perlengkapan hidup.
- Kebudayaan nonmaterial (bersifat rohani atau abstrak) meliputi semua hal yang tidak dapat dilihat atau diraba, misalnya religi, bahasa, dan ilmu pengetahuan.
Dalam website Wikipedia tertulis hasil pemikiran J. J. Hoeningman yang membedakan kebudayaan menjadi tiga wujud diantaranya adalah :
1. Gagasan (wujud ideal)
Wujud ideal adalah kebudayaan yang berwujud abstrak yang berupa kumpulan ide, gagasan, nilai, norma, aturan dan sebagainya yang tak dapat dilihat maupun disentuh. Kebudayaan ini ada dalam pikiran tiap manusia, diyakini keberadaannya dan ditaati.
2. Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah suatu kebudayaan yang terwujud melalui suatu tidakan yang sering dilakukan oleh manusia sehari-hari dalam masyarakat. Aktivitas ini sering pula disebut sebagai sistem sosial yang terdiri dari kegiatan-kegiatan manusia yang saling berinteraksi menurut norma yang berlaku. Karena aktivitas ini dapat dilihat oleh sesama manusia, aktivitas tergolong sebagai kebudayaan konkrit.
3. Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan yang dapat dilihat secara fisik yang merupakan hasil dari suatu tindakan hasil kreasi manusia. Artefak merupakan kebudayaan yang bersifat paling nyata dianta wujud kebudayaan yang lain.
G. Unsur Kebudayaan Universal dan Perbedaan Wujud Kebudayaan
Kluckhohn dalam artikel “7 Unsur Kebudayaan Universal” menjelaskan 7 unsur kebudayaan yang ia beri nama Culture Universal dalam bukunya yang berjudul Universal Categories of Culture yang berisikan sebagai berikut:
1. Sistem Kepercayaan (Religi)
Sistem kepercayaan merupakan salah satu unsur kebudayaan yang bersifat paling luas dan sangat sulit untuk dirubah oleh manusia sendiri. Unsur ini muncul atas kepercayaan manusia tentang kuasa Tuhan yang ada karena adanya tanda-tanda kuasa-Nya sebagai pencipta alam semesta beserta seluruh isinya.
2. Sistem Pengetahuan
Manusia yang memeiliki akal dan pikiran akan memiliki rasa haus akan pengetahuan akan hal baru yang berbeda sepanjang hidupnya, sehingga pengetahuan mutlak menjadi unsur kebudayaan.
3. Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusia
Dengan kemampuannya berpikir kritis, manusia mampu menciptakan barang-barang dengan segala pengetahuan yang ia miliki demi memenuhi kehidupannya. Kemampuan manusia dalam menciptakan peralatan dan perlengkapan inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya di muka bumi.
4. Mata Pencarian dan Sistem – sistem Ekonomi
Dalam memenuhi kehidupannya yang penuh dengan kebutuhan yang beraneka ragam yang pada zaman ini dapat dipenuhi oleh adanya uang memaksa manusia untuk memutar otak mencari cara untuk menghasilkan atau mendapatkan uang sehingga muncullah gagasan membuat suatu mata pencarian, mencari karyawan dan melakukan pemasaran kepada konsumen yang membutuhkan sehingga terjadi perputaran uang antara manusia yang membutuhkan uang dan manusia yang membutuhkan barang demi memenuhi kehidupannya.
5. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Sifat manusia sebagai zoon politicon yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan manusia lain membuat manusia berpikir untuk mengatur sistem kehidupannya dengan membentuk suatu organisasi yang terdiri atas beberapa elemen masyarakat yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu keharmonisan hidup.
6. Bahasa
Untuk dapat berinteraksi dengan manusia lainnya, pada awalnya manusia menggunakan semacam kode-kode. Lalu kemudian muncullah simbol-simbol tulisan yang disusun membentuk kata-kata, lalu kata disusun berdasarkan suatu aturan yang kemudian berwujud menjadi bahasa. Bahasa kemudian mampu membantu interaksi antar manusia, bahkan saat ini muncul bahasa universal yang menyatukan seluruh dunia, yaitu bahasa Inggris.
7. Kesenian
Sebagai makhluk istimewa yang mencintai keindahan, manusia kemudian menciptakan suatu kesenian yang lahir dari tradisi dari tiap-tiap etnis yang dapat menjadi ciri khas dan kepribadian bangsa.
H. Pergerakan Budaya
Semenjak budaya tercipta dan diterima oleh manusia, secara bertahap budaya tersebut akan mengalir mengikuti aliran waktu, perkembangan zaman dan pengaruh dari budaya yang mendominasi dunia. Lalu terjadilah pergerakan budaya yang terjadi bagi negara berkembang yang ingin terlihat setara dengan negara adidaya. Ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa besar budaya dapat diterima maupun ditolak oleh budaya lain, diantaranya sebagai berikut :
- Adanya batasan hubungan erat antar masyarakat dengan kebudayaan berbeda di masa lalu maupun masa kini. Lihat saja negeri kita sendiri yang sekarang banyak bertebaran budaya korupsi. Budaya korupsi ini telah diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada masa pemerintahan VOC saat Indonesia kala itu masih dijajah Belanda.
- Suatu pandangan yang berdasarkan atas nilai agama yang melekat kuat terhadap kebudayaan lain. Misalnya budaya atheis yang meniadakan keberadaan Tuhan tidak mudah di terima oleh bangsa timur karena bangsa timur bersifat religius dan memiliki kepercayaan kuat akan hal-hal ghaib.
- Struktur sosial yang telah melekat pada masyarakat akan sukar menerima budaya baru. Contohnya bangsa yang mementingkan persatuan bangsa akan menolak kers pandangan seperti fasisme yang lebih mengutamakan keberadaan satu golongan utama dan menyingkirkan golongan lain yang dianggap rendah derajatnya.
- Adanya budaya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat budaya lain. Misalnya budaya menghargai proses yang diberikan oleh bangsa Jepang patut dicontoh oleh negara lain yang masih berkembang untuk tidak cepat putus asa dalam menghadapi masalah.
- Adanya budaya yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat tertentu. Misalnya masyarakat pedalaman yang belum tersentuh fasilitas listrik tidak mampu mengadaptasi budaya lain yang sudah melesat jauh kedepan.
- Intensitas pemberian budaya kepada masyarakat budaya lain. Lihat saja fenomena korean wave yang melanda dunia akhir-akhir ini. Hal ini terjadi karena banyaknya pemberian informasi dalam berbagai macam bentuk dan media setiap saatnya sehingga banyak yang mengenal, menganggapnya hal baru yang keren dan patu diikiti bahkan dicontoh.
Semakin melesatnya perkembangan teknologi tak terasa telah menyebabkan berbagai macam budaya yang biasanya disebut sebagai globalisasi. Cepatnya waktu akses untuk memperoleh informasi dari seluruh belahan dunia telah mengikis rasa sosial antar umat manusia karena interaksi yang sangat sedikit.
I. Kaitan Manusia dengan Kebudayaan
Setelah banyak penjelasan yang diberikan, telah jelas bahwa kebudayaan sangat melekat dalam diri manusia karena manusia memiliki akal pikiran dan mampu membentuk suatu sistem budaya yang kemudian dijalankan dan ditaati oleh manusia itu sendiri. Hal inilah yang disebut sebagai dialektis.
Menurut Berger dalam artikel berjudul “Peter L. Berger dan Luckman : Eksternalisasi, Obyektivasi, Internalisasi”, dialektis adalah suatu produk manusia yang akan selalu memberi timbal balik kepada produsennya sendiri. Proses dialektis ini terbentuk melalui tiga tahap, yaitu:
- Eksternalisasi, yaitu proses pengekspresian diri manusia secara intens kedalam dunia, baik secara fisik dan mental sehingga terbentuk suatu masyarakat. Proses pengekspresian diri ini berupa membentuk lingkungan fisik sesuai kehendaknya, lalu menciptakan bahasa untuk mengenali segala aspek kehidupan dan mengumpulkan manusia lain. Melalui proses ini menjadi bukti bahwa masyarakat merupakan bentukan manusia sendiri.
- Obyektivasi merupakan proses dimana masyarakat menjadi kenyataan yang sangat berlawanan dengan manusia itu sendiri. Maksudnya ada orang-orang yang mulai menentang kehidupan masyarakat yang telah di bentuk sebelumnya sehingga memakasa lembaga masyarakat untuk memasyarakatkan kembali mereka dengan memberikan contoh yang jelas,
- Internalisasi, yakni proses dimana masyarakat disergap oleh masyarakat itu sendiri. Ini berarti manusia kelompok pembangkang kembali mempelajari masyarakatnya sendiri agar dapat membaur dengan masyarakat lain dengan baik
Daftar Pustaka :
- Budaya. http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#Wujud (17 Maret 2013)
- Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Dr. M. Rafiek, S. Pd., M. Pd.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar