PENDAHULUAN
Kehadiran suatu lembaga bisnis di manapun, pasti ada dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Dampak-dampak tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar maupun konsumen dari lembaga bisnis tersebut.
Ada suatu teori yaitu teori utilitarian, yang menyebutkan bahwa manfaat harus dirasakan oleh sebanyak mungkin orang, atau mayoritas harus merasakan manfaatnya.
Lalu bagaimana hubungan antara kehadiran suatu lembaga bisnis dengan teori utilitarian, akan dibahas pada tulisan berikut ini.
TEORI
Teori utilitarian dicetuskan oleh Jeremy Bentham(1748-1832) seorang filsuf utilitarian, ahli ekonomi, dan ahli hukum teoritis asal Inggris. Bentham mengatakan bahwa yang baik (good) adalah yang menyenangkan (pleasurable), dan yang buruk (bad) adalah yang menyakitkan (pain). Dengan kata lain, hedonism (pencarian kesenangan) adalah basis teori moralnya, yang biasa disebut Hedonistic utilitarianism.
Menurut Bentham, utilitarianisme dimaksudkan sebagai dasar etis-moral, sampai pada prinsip utama utilitarianisme yang berbunyi : the greatest happiness of the greatest number (kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbesar) .
ANALISIS
Menilik kembali pada suatu lembaga bisnis pasti memiliki dampak positif dan negatif, lalu coba dihubungkan dengan teori utilitarian. Bahwa dampak yang dirasakan akibat kehadiran suatu lembaga bisnis haruslah yang baik dan dirasakan oleh orang sebanyak mungkin.
Saya mengambil contoh sebuah pasar swalayan medium di sekitar tempat tinggal saya di Tegal, Mitra. Terletak di jalanan yang masih daerah perkampungan, awalnya Mitra hadir dengan ukuran toko yang tidak sebesar sekarang. Hanya toko kelontong biasa.
Seiring berjalannya waktu, Mitra mampu berkembang hingga sebesar sekarang. Tentunya dengan semakin berkembangnya Mitra, dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Sebut saja dari kasir, petugas yang berkeliling dalam toko, petugas kebersihan, keamanan, tukang angkut, maupun tukang parkir.
Dampak tersebut merupakan salah satu dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat sekitar Mitra. Ada juga dampak positif yang dirasakan oleh konsumen, diantaranya lokasi yang dekat rumah, harga yang lebih terjangkau, dan barang kebutuhan yang lengkap.
Selain dampak positif, tidak dipungkiri pula ada beberapa dampak negatif seperti parkiran yang tidak terlalu luas membuat jalanan terganggu karena padatnya pengunjung Mitra. Selain itu ada dampak yang secara tidak langsung timbul akibat daya tarik Mitra, trotoar depan Mitra ikut dipadati booths penjual jajanan kaki lima yang membuat trotoar sulit dilewati dan tentu saja sangat mengganggu pejalan kaki.
Secara etika berbisnis, Mitra sudah berjalan sebagaimana mestinya. Hanya masalah penyediaan lahan parkir, di area belakang Mitra mungkin, agar tidak mengganggu lalu lintas yang juga harus dibarengi dengan masyarakat sekitar yang mendukung ketertiban jalan. Dengan demikian manfaat yang akan didapat oleh masyarakat juga konsumen akan semakin banyak dan tentu dampak negatif dapat ditekan seminimal mungkin, maka akan sesuai dengan konsep utilitarianisme. Manfaat terbesar dirasakan oleh jumlah terbesar pula.
REFERENSI
• Materi Kuliah Etika Bisnis
• Bab II Gambaran Umum tentang Utilitarianisme, oleh AB Junaidy ,digilib.uinsby.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar