Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Manusia
dibekali akal pikiran sebagai hakekat alaminya. Manusia sebagai makhluk yang
berakal dituntut untuk menggunakan akal mereka dalam hidup. Seperti untuk
bertahan hidup. Untuk bertahan hidup, manusia akan terus mencari tahu tentang
alam yang mereka tinggali.
Dalam
perjalanan hidup manusia, pengetahuan tentang alam akan semakin berkembang.
Jika pengetahuan tentang alam yang kita tinggali semakin luas, dirasa akan
semakin mudah menjalani hidup. Tidak hanya pengetahuan, manusia membutuhkan
benda-benda yang dapat membantu dan memudahkan bahkan mengganti pekerjaannya.
Maka manusia membutuhkan teknologi.
Dewasa
ini manusia sudah sangat bergantung pada teknologi demi kelangsungan hidupnya.
Teknologi ibarat kebutuhan pokok bagi manusia masa kini. Di samping sebagai
alat bantu, teknologi juga telah menjadi gaya hidup. Di zaman yang disebut
sebagai zaman teknologi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangatlah
penting bagi manusia.
A. Pengertian
Menurut Langeveld pengetahuan ialah kesatuan subjek yang
mengetahui dan objek yang diketahui, di tempat lain dia mengemukakan bahwa
pengetahuan merupakan kesatuan subjek yang mengetahui dengan objek yang
diketahui, suatu kesatuan dalam mana objek itu dipandang oleh subjek sebagai
dikenalinya. Dengan demikian pengetahuan selalu berkaitan dengan objek yang
diketahui, sedangkan Feibleman menyebutnya
hubungan subjek dan objek (Knowledge : relation between
object and subject). Subjek adalah individu yang punya kemampuan
mengetahui (berakal) dan objek adalah benda-benda atau hal-hal yang ingin
diketahui. Individu (manusia) merupakan suatu realitas dan benda-benda
merupakan realitas yang lain, hubungan keduanya merupakan proses untuk
mengetahui dan bila bersatu jadilah pengetahuan bagi manusia.
Teknologi
merupakan hasil buah pikir manusia. Semakin hari teknologi semakin berkembang
dari segi manfaat, tampilan, dan sebagainya.
B. Manusia dan IPTEK
Pada
sisi kemanusiaan, manusia menempati posisi ganda yaitu manusia tidak hanya
sebagai subjek (pelaku), tetapi juga sebagai objek (sasaran). Tujuan akhir dari
pengetahuan adalah untuk mengetahui sebanyak-banyaknya tentang dunia bahkan
seluruh alam semesta, sedangkan tujuan dari teknologi adalah sedapat-dapatnya
mengubah dunia. Manusia sebagai subjek akan selalu melakukan penelitian dan
percobaan dalam bidang pengetahuan dan menggunakan teknologi yang maju untuk
memperoleh penemuan-penemuan baru untuk mengubah dunia, sedangkan manusia
sebagai objek mudah tergiur dengan hal-hal baru tersebut dengan minat yang
tinggi menggunakan penemuan-penemuan baru tersebut sehingga mempermudah proses
pengubahan dunia.
C. Berbagai Perkembangan IPTEK dalam Pembangunan
dan Lingkungan
-
Pengembangan
IPTEK dalam Pertimbangan Nilai Etis dan Religius
Perkembangan IPTEK yang
sangat pesat membuat masyarakat dapat menikmati segala sesuatunya dengan lebih
leluasa, bebas, mudah, dan mekanis (diatur computer, mesin, dan rasional).
Perkembangan teknologi mengenai perilaku manusia mengakibatkan munculnya
masalah-masalah religious dan etis, misal saja yang berkaitan dengan etika,
seperti pemahaman tingkah laku manusia demi tujuan ekonomi dengan keuntungan
yang banyak menyebabkan penggunaan media massa untuk mengatur tingkah kalem
dalam arti selalu mengikuti modeyang sedang trend, sedangkan dalam kaitannya
dengan religi, berbagai media hasil teknologi yang menampilkan kebudayaan yang
bertentangan dengan nilai agama menjadi dampak negatif.
Seperti diketahui,
saintisme yang cenderung berbicara tentang manusia sebagai suatu objek yang
merupakan hasil perpaduan dan persenyawaan kimiawi yang kompleks yang semuanya
ingin dijelaskan secara ilmiah dan alamiah, sedangkan etika berbicara tentang manusia
sebagai subjek yang tentu saja terbatas oleh pengetahuan alamiah tetapi manusia
tidak sekadar objek yang pasif melainkan hidup dan selalu mempersoalkan
kehidupannya.
-
Keseimbangan,
Peran, dan Pengaruh IPTEK dalam Pembangunan Lingkungan
Perkembangan IPTEK
dalam pembangunan lingkungan sangat berperan dan memiliki dampak positif maupun
negatif. Perkembangan IPTEK dapat mendatangkan kemakmuran materi, adanya
perkembangan ini menimbulkan cabang-cabang ilmu pengetahuan yang dapat membantu
pembangunan suatu Negara menjadi lebih maju, perkembangan bioteknologi dapat
metentukan jenis tanah, mengetahui syarat tumbuh tanaman, ditemukannya serat
sintesis, berkembangnya alat-alat elektronika, media massa komunikasi yang
canggih, dan lain-lain.
Namun tak lepas dari
itu, pemanfaatan produk IPTEK yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan dapat
menyebabkan muncul dampak negatif. Misal penggunaan pestisida yang berkelanjutan
dapat menyebabkan rusaknya keseimbangan ekosistem, asap pabrik, asap kendaraan,
dan sejenisnya dapat merusak lapisan ozon. Oleh karena itu, penggunaan produk
IPTEK yang semakin berkembang hendaknya memiliki keseimbangan dengan kondisi
pembangunan dan lingkungan sehingga tujuan dari IPTEK tersebut dapat tercapai.
-
Pengembangan
IPTEK dalam Pembangunan Indonesia
Suatu proses inovasi
tentu berkaitan dengan penemuan baru dalam teknologi yang biasanya merupakan
proses social melalui tahap discovery dan
invention, discovery baru menjadi invention apabila suatu penemuan baru
telah diakui, diterima, dan diterapkan oleh masyarakat. Inovasi merupakan
sistem ide atau gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh
masyarakat. Discovery adalah penemuan
baru dari unsur kebudayaan yang belum diakui dan digunakan secara luas aleh
warga masyarakat. Invention adalah
penemuan baru yang sudah diterima, diakui, dan digunakan secara luas oleh warga
masyarakat.
Pemerintah menyadari,
sehingga pengembangan dan kemajuan IPTEK bagi pembangunan Negara, cepatnya
perkembangan ini ditentukan oleh iklim dan lingkungan yang sehat. IPTEK dapat
berkembang dengan cepat apabila cukup tersedia peneliti yang memadai. Selai
itu, penghargaan terhadap peneliti merupakan dorongan yang dapat membuat
semangat peneliti untuk bekerja lebih keras. Pada saat ini, Indonesia belum
dapat bersaing dengan Negara-negara maju dalam bidang penelitian dasar tertentu
karena sarana dan prasarana untuk melakukannya saat ini belum memungkinkan.
Sebaliknya, peneliti Indonesia masih harus bekerja keras dan tekun untuk
melakukan penelitian yang khas, seperti meteorologi, vulkanologi, bahasa
daerah, dan lain-lain. Kebanyakan teknisi di Indonesia memanfaatkan produk luar
negeri untuk kemudia dirakit kembali di dalam negeri.
-
Peran
dan Pengaruh IPTEK dalam Meningkatkan Kesejahteraan
IPTEK dalam
meningkatkan kesejahteraan manusia dapat berperan sebagai cabang-cabang ilmu
pengetahuan baru yang berkaitan dengan sarana dan prasarana yang digunakan
manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Hal ini berpengaruh pada
perkembangan dunia yang menunjukkan kecenderungan yang sangat memprihatinkan
akibat kesalahan dalam memanfaatkan kemajuan IPTEK.
IPTEK membawa
kemudahan, kemakmuran, dan kenyamanan, sedangkan teknologi komunikasi membuat
komunikasi global jadi lebih mudah. Penerapan perkembangan IPTEK dilakukan agar
mendapatkan kemudahan hidup. Namun juga memiliki berbagai dampak negatif
seperti mengakibatkan pemusatan kekuasaan terhadap alam pada sejumlah kecil
manusia di bumi yang akhirnya menguasai manusia lain, masalah kesempatan kerja
makin minim, sedangkan angkatan kerja makin bertambah. Berbagai masalah
tersebut bersumber pada dinamika kependudukan, pengembangan SDA, pertumbuhan
ekonomi, dan perkembangan teknologi yang kesemuanya bertitik tolak pada suatu
masalah. Ilmu dan teknologi merupakan harapan manusia untuk membantu memecahkan
masalah dan mengatasi kesulitannya, ilmu dan teknologi tidak netral dalam arti
tidak bebas dari nilai-nilai konteks jual.
-
Peran
dan Pengaruh IPTEK dalam Bidang Pertahanan
Dengan berkembangnya
IPTEK, system pertahanan dan keamanan pun dapat ditingkatkan seperti dengan
meningkatkan system transportasi dan komunikasi. Perkembangan IPTEK akan
memudahkan mengetahui berbagai informasi dan perkembangan dunia luar. Dengan
demikian, kewaspadaan terhadap berbagai ancaman dapat ditingkatkan. Selain
itu,penemuan-penemuan teknologi dan pengetahuan tentang pengendalian diri,
pertahanan diri, etika bekerja sama dengan pihak lain juga dapat meningkatkan
hankam.
-
Perkembangan
IPTEK dalam Era Globalisasi
Era globalisasi identic
dengan kebebasan dan modernisasi. Oleh karena itu, IPTEK, globalisasi, dan
modernisasi memiliki keterkaitan satu sama lain. Kemajuan IPTEK dalam era ini
disebut tidak memiliki ambang batas dalam perkembangannya. Selain itu, sifat
meterialisme manusia terhadap segala sesuatu termasuk ilmu pengetahuan,
memungkinkannya untuk selalu berusaha menemukan sesuatu yang lebih daripada
yang sudah ada. Sehingga dari masa ke masa keingintahuan manusia selalu
berkembang demi kemudahan dan kenyamanan pembangunan dan kehidupan.
D. Dampak IPTEK terhadap Kebudayaan
Kemajuan
IPTEK dapat menimbulkan konflik dengan tata nilai budaya yang sudah ada.
Perubahan kondisi kehidupan manusia sehingga manusia bingung sendiri terhadap
kemajuan yang telah diciptakan. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalensi
teknologi yang selain memiliki segi positif juga memiliki segi negatif.
Adapun
dilihat dari segi positif:
ü Informasi
yang diperoleh dari perkembangan IPTEK (media elektronik, televisi, internet, satelit
komunikasi, dan media cetak) dapat menciptakan kondisi kehidupan baru yang
sebelumnya tidak dikenal.
ü Dalam
bidang teknologi kedokteran, alat kontrasepsi, meningkatkan kesejahteraan keluarga
karena berhasil melaksanakan Keluarga Berencana.
ü Mendorong
penemuan hak kekayaan intelektual yang menjadi basis perkembangan di bidang
perindustrian dan perdagangan.
ü Memperkaya
nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, mendorong kearah kemajuan dan
mensejahterakan kehidupan masyarakat.
Dilihat dari segi negatif:
Ø Manusia
menjadi resah akibat adanya benturan nilai teknologi modern dengan nilai-nilai
tradisional.
Ø Kontak
budaya yang ada dengan budaya asing menimbulkan perubahan system budaya.
Ø Kemajuan
IPTEKdalam bidang kedokteran, alat kontrasepsi, dapat mengarahkan perilaku
seksual kalangan remaja hingga orang dewasa ke pergaulan bebas tanpa kontrol.
Ø Gencarnya
promosi produk melalui media elektronik dapat mengubahpola hidup dari produktif
menjadi konsumtif, pola hidup hemat menjadi boros.
Ø Merusak
nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, mengahambat kemajuan, memperburuk
sendi-sendi kehidupan, dan merugikan masyarakat sehingga terjadi krisis
kemasyarakatan. Krisis tersebut dapat mengurangi bahkan menghapuskan arti
seseorang.
E. Kejanggalan Optimisme Teknologi
Apabila
kemajuan IPTEK digunakan dengan semestinya maka akan menimbulkan dampak positif
bagi manusia, tetapi bila kemajuan IPTEK disalahgunakan maka akan menimbulkan
dampak negatif.
1.
Dampak
Penyalahgunaan IPTEK terhadap Kebutuhan Pokok Manusia
a. Pemakaian
pestisida selain untuk memberantas hama tanaman ternyata juga dapat membunuh
hewan ternak, meracuni hasil panen, bahkan manusia.
b. Bahan
berupa polimer sintetis atau plastic jika sudah menjadi sampah tidak bisa
dihancurkan oleh bakteri bakteri pembusuk yang menyebabkan pencemaran tanah,
dan jika dibakar akan menyebabkan penipisan ozon.
c. Dengan
teknologi modern, orang dengan mudah menebang pohon di hutan untuk membuat
rumah, gedung, dan lain-lain. Sehingga berakibat hutan gundul dan terjadi
banjir, erosi, pendangkalan sungai, kematian sumber air, dsb yang akhirnya
menyengsarakan manusia itu sendiri.
2.
Dampak
Penyalahgunaan SDA
Bahan tambang seperti
minyak bumu dan batu bara jika digunakan berlebihan akan punah. Kemajuan teknologi
membuat manusia melakukan filterisasi atau penyaringan air bersih namun
pembersihan itu tidak selalu sempurna, lambat laun, air bersih akan menurun
jumlah dan kualitasnya. SDA lainnya seperti hutan dan hewan pun jika digunakan
secara berlebihan dampaknya akan membahayakan manusia sendiri.
3.
Dampak
Penyalahgunaan SDM
a. Semakin
meningkatnya pengangguran karena lapangan pekerjaan semakin sempit.
b. Munculnya
pencemaran yang disebabkan zat radioaktif yang sangat beracun baik pada tanah,
air, dan udara yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia.
c. Teknologi
dapat memtikan imajinasi, perasaan, dan kejiwaan manusia.
4.
Dampak
Penyalahgunaan IPTEK terhdap Komunikasi danTeknologi
a.
Terjadi pencemaran suara dan udara.
b.
Berkurangnya lahan pertanian yang
produktif karena digunakan untuk menampung jasa transportasi seperti terminal
dan landasan pesawat terbang.
c.
Jika kemajuan IPTEK dikuasai oleh orang
yang tidak bertanggung jawab akan munculnya kehancuran di muka bumi.
5.
Dampak
Penyalahgunaan IPTEK terhadap Kesehatan
Kemajuan IPTEK dapat
menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya:
a. Kanker,
diakibatkan oleh pencemaran udara, penggunaan zat kimia, penggunaan sinar X
yang tidak tepat.
b. Absestos
diderita karyawan pabrik akibat terkena debu Oksida Silikon.
c. Terologi
(kelainan bentuk) akibat penggunaan obat penenang oleh wanita hamil sehingga
anak yang dilahirkan mengalami kelainan bentuk.
6.
Dampak
Penyalahgunaan IPTEK dalam Pencapaian Kemakmuran dan Pelunasan Kemudahan
a. Negara
yang menguasai IPTEK lebih mudah memperoleh kemakmuran dibandingkan negara yang
kurang menguasai IPTEK.
b. Penerapan
teknik nuklir yang dikembangkan negara adikuasa untuk membuat senjata mutakhir
menimbulkan kegelisahan karena mengancam perdamaian dunia.
c. Hubungan
yang tidak serasi antara system produksi, system ekonomi, dan system ekologi
sehingga terjadi pemakaian SDA secara berlebihan dan kurangnya pemanfaatan SDM
yang melimpah akibatnya ada masyarakat yang menguasai produksi dan ada yang
memerlukan pekerjaan.
d. Tujuan
manusia yang semula memanfaatkan IPTEK untuk mensejahterakan masyarakat
ternyata mengakibatkan pemusatan kekuasaan terhadap alam dan akhirnya menguasai
manusia lain.
F. Pengembangan IPTEK tanpa Memuat
Nilai Etis dan Religius
Hasil
dari kemajuan IPTEK bila tidak diarahkan pemanfaatannya justru akan merugikan
manusia, bahkan dapat menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Beberapa penemuan
yang merugikan misalnya senjata nuklir, senjata kimiawi, dan biologis serta
munculnya pencemaran udara, air, dan tanah yang dapat mengganggu keseimbangan
dan keserasian lingkungan hidup. Meskipun hasil kemajuan IPTEK netral tapi
keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan eksperimen dan keputusan untuk
memilih fakta yang diperlukan tidak terbebas dari nilai dan di sinilah peranan
dan perlunya nilai kemanusiaan yang luhur (nilai agama atau religius) untuk
menentukan perkembangan dan pemanfaatan IPTEK ke arah yang lebih baik dan
benar.
Jadi,
perkembangan IPTEK tanpa memuat nilai etis dan religius akan menimbulkan dampak
yang merugikan umat manusia di muka bumi. Dengan adanya nilai etis dan religius
terhadap perkembangan IPTEK diharapkan nantinya dapat mengurangi resiko
sekecil-kecilnya. Dalam perkembangan IPTEK, nilai etis dan religios berfungsi sebagai alat pengontrol atau
pengendali diri.
Daftar Pustaka :
1.
Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Dr. M. Rafiek, S. Pd., M.
Pd.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar