PENDAHULUAN
Di
masa sekarang, ekonomi terasa semakin sulit. Mendapatkan pekerjaan bukanlah hal
mudah. Disebabkan oleh hal ini, banyak yang akhirnya menghalalkan segala cara
untuk menghasilkan uang. Sehingga orang-orang yang amanah dan dapat dipercaya semakin
sulit ditemui karena contohnya banyak penjual yang tidak jujur akan produk yang
dijualnya. Yang penting laku, yang penting dapat untung, kirar-kira begitu.
Kali ini penulis akan mencoba menganalisis peristiwa serupa yang dialami
seorang teman karena sebuah promosi.
TEORI
Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip
yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan
harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya
ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi
perusahaan. Muslich (1998: 31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis
sebagai berikut:
1. Prinsip otonomi
2. Prinsip kejujuran
3. Prinsip tidak berniat jahat
4. Prinsip keadilan
5. Prinsip hormat pada diri sendiri
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya
praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka
menengah maupun jangka panjang, karena :
a. Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya
kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
b. Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
c. Melindungi prinsip kebebasan berniaga
Mampu
meningkatkan keunggulan bersaing.
ANALISIS
Sebagai contoh seorang teman
berkesempatan untuk berbelanja online di salah satu portal belanja online besar
di Indonesia. Ia membeli earphone yang sedang diskon dari harga Rp 70.000,-
menjadi hanya Rp 16.000,-. Karena penawaran yang menggiurkan ia akhirnya
memutuskan membeli earphone yang berlabel “Earphone Original Samsung”.
Ternyata baru sekali pemakaian, suara yang dihasilkan earphone tersebut
timpang, bagian kiri dan kanan tidak menghasilkan suara yang sama. Hal ini
jelas merupakan pembohongan karena sang penjual mencantumkan kata “orginal”
atau asli. Meskipun kita bisa sedikit curiga di awal sebelum pembelian karena
harga yang diwarkan amat murah untuk kelas perangkat asli.
Ini pun menunjukkan keberhasilan
taktik promosi perusahaan hingga ada konsumen yang mau membeli produk tersebut.
Dari sisi etika bisnis cara promosi perusahaan dengan tak jujur menjelaskan
produk yang dijual kepada konsumen tidak dibenarkan. Karena jual-beli bukan hanya
masalah barang dagangan laku terjual dan mendapat untung, tetapi juga bagaimana
konsumen terpenuhi kebutuhannya dan puas terhadap barang tersebut. Mungkin
dengan promosi yang bisa dibilang sedikit “gila” konsumen banyak yang tertarik
dan akhirnya memutuskan membeli, tetapi dampaknya penjual tersebut tidak akan
dipercaya lagi dan konsumen pun akan ogah membeli produk lain dari
penjual yang sama.
Seperti kita ketahui bersama, bahwa
manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Maka, lebih jauh
para konsumen yang kecewa ini akan menyarankan orang-orang disekitarnya untuk
menghindari produk yang dijual oleh penjual yang telah membohonginya tersebut. Sehingga dapat mematikan usaha penjual tersebut karena ketidakjujurannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar