Selasa, 01 November 2016

ETIKA BISNIS 4

PENDAHULUAN
  Di masa sekarang, ekonomi terasa semakin sulit. Mendapatkan pekerjaan bukanlah hal mudah. Disebabkan oleh hal ini, banyak yang akhirnya menghalalkan segala cara untuk menghasilkan uang. Sehingga orang-orang yang amanah dan dapat dipercaya semakin sulit ditemui karena contohnya banyak penjual yang tidak jujur akan produk yang dijualnya. Yang penting laku, yang penting dapat untung, kirar-kira begitu. Kali ini penulis akan mencoba menganalisis peristiwa serupa yang dialami seorang teman karena sebuah promosi.

TEORI
  Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan. Muslich (1998: 31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:
1.      Prinsip otonomi
2.      Prinsip kejujuran
3.      Prinsip tidak berniat jahat
4.      Prinsip keadilan
5.      Prinsip hormat pada diri sendiri
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :
a.      Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
b.      Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
c.       Melindungi prinsip kebebasan berniaga
Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.

ANALISIS
  Sebagai contoh seorang teman berkesempatan untuk berbelanja online di salah satu portal belanja online besar di Indonesia. Ia membeli earphone  yang sedang diskon dari harga Rp 70.000,- menjadi hanya Rp 16.000,-. Karena penawaran yang menggiurkan ia akhirnya memutuskan membeli earphone yang berlabel “Earphone Original Samsung”. Ternyata baru sekali pemakaian, suara yang dihasilkan earphone tersebut timpang, bagian kiri dan kanan tidak menghasilkan suara yang sama. Hal ini jelas merupakan pembohongan karena sang penjual mencantumkan kata “orginal” atau asli. Meskipun kita bisa sedikit curiga di awal sebelum pembelian karena harga yang diwarkan amat murah untuk kelas perangkat asli.
  Ini pun menunjukkan keberhasilan taktik promosi perusahaan hingga ada konsumen yang mau membeli produk tersebut. Dari sisi etika bisnis cara promosi perusahaan dengan tak jujur menjelaskan produk yang dijual kepada konsumen tidak dibenarkan. Karena jual-beli bukan hanya masalah barang dagangan laku terjual dan mendapat untung, tetapi juga bagaimana konsumen terpenuhi kebutuhannya dan puas terhadap barang tersebut. Mungkin dengan promosi yang bisa dibilang sedikit “gila” konsumen banyak yang tertarik dan akhirnya memutuskan membeli, tetapi dampaknya penjual tersebut tidak akan dipercaya lagi dan konsumen pun akan ogah membeli produk lain dari penjual yang sama.
  Seperti kita ketahui bersama, bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Maka, lebih jauh para konsumen yang kecewa ini akan menyarankan orang-orang disekitarnya untuk menghindari produk yang dijual oleh penjual yang telah membohonginya tersebut. Sehingga dapat mematikan usaha penjual tersebut karena ketidakjujurannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar