Kamis, 28 November 2013

Manusia dan Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Manusia dibekali akal pikiran sebagai hakekat alaminya. Manusia sebagai makhluk yang berakal dituntut untuk menggunakan akal mereka dalam hidup. Seperti untuk bertahan hidup. Untuk bertahan hidup, manusia akan terus mencari tahu tentang alam yang mereka tinggali.
Dalam perjalanan hidup manusia, pengetahuan tentang alam akan semakin berkembang. Jika pengetahuan tentang alam yang kita tinggali semakin luas, dirasa akan semakin mudah menjalani hidup. Tidak hanya pengetahuan, manusia membutuhkan benda-benda yang dapat membantu dan memudahkan bahkan mengganti pekerjaannya. Maka manusia membutuhkan teknologi.
Dewasa ini manusia sudah sangat bergantung pada teknologi demi kelangsungan hidupnya. Teknologi ibarat kebutuhan pokok bagi manusia masa kini. Di samping sebagai alat bantu, teknologi juga telah menjadi gaya hidup. Di zaman yang disebut sebagai zaman teknologi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangatlah penting bagi manusia.

A.   Pengertian
Menurut Langeveld pengetahuan ialah kesatuan subjek yang mengetahui dan objek yang diketahui, di tempat lain dia mengemukakan bahwa pengetahuan merupakan kesatuan subjek yang mengetahui dengan objek yang diketahui, suatu kesatuan dalam mana objek itu dipandang oleh subjek sebagai dikenalinya. Dengan demikian pengetahuan selalu berkaitan dengan objek yang diketahui, sedangkan Feibleman menyebutnya hubungan subjek dan objek (Knowledge : relation between object and subject). Subjek adalah individu yang punya kemampuan mengetahui (berakal) dan objek adalah benda-benda atau hal-hal yang ingin diketahui. Individu (manusia) merupakan suatu realitas dan benda-benda merupakan realitas yang lain, hubungan keduanya merupakan proses untuk mengetahui dan bila bersatu jadilah pengetahuan bagi manusia.
Teknologi merupakan hasil buah pikir manusia. Semakin hari teknologi semakin berkembang dari segi manfaat, tampilan, dan sebagainya.

B.   Manusia dan IPTEK
Pada sisi kemanusiaan, manusia menempati posisi ganda yaitu manusia tidak hanya sebagai subjek (pelaku), tetapi juga sebagai objek (sasaran). Tujuan akhir dari pengetahuan adalah untuk mengetahui sebanyak-banyaknya tentang dunia bahkan seluruh alam semesta, sedangkan tujuan dari teknologi adalah sedapat-dapatnya mengubah dunia. Manusia sebagai subjek akan selalu melakukan penelitian dan percobaan dalam bidang pengetahuan dan menggunakan teknologi yang maju untuk memperoleh penemuan-penemuan baru untuk mengubah dunia, sedangkan manusia sebagai objek mudah tergiur dengan hal-hal baru tersebut dengan minat yang tinggi menggunakan penemuan-penemuan baru tersebut sehingga mempermudah proses pengubahan dunia.

C.   Berbagai Perkembangan IPTEK dalam Pembangunan dan Lingkungan

-          Pengembangan IPTEK dalam Pertimbangan Nilai Etis dan Religius
Perkembangan IPTEK yang sangat pesat membuat masyarakat dapat menikmati segala sesuatunya dengan lebih leluasa, bebas, mudah, dan mekanis (diatur computer, mesin, dan rasional). Perkembangan teknologi mengenai perilaku manusia mengakibatkan munculnya masalah-masalah religious dan etis, misal saja yang berkaitan dengan etika, seperti pemahaman tingkah laku manusia demi tujuan ekonomi dengan keuntungan yang banyak menyebabkan penggunaan media massa untuk mengatur tingkah kalem dalam arti selalu mengikuti modeyang sedang trend, sedangkan dalam kaitannya dengan religi, berbagai media hasil teknologi yang menampilkan kebudayaan yang bertentangan dengan nilai agama menjadi dampak negatif.
Seperti diketahui, saintisme yang cenderung berbicara tentang manusia sebagai suatu objek yang merupakan hasil perpaduan dan persenyawaan kimiawi yang kompleks yang semuanya ingin dijelaskan secara ilmiah dan alamiah, sedangkan etika berbicara tentang manusia sebagai subjek yang tentu saja terbatas oleh pengetahuan alamiah tetapi manusia tidak sekadar objek yang pasif melainkan hidup dan selalu mempersoalkan kehidupannya.

-          Keseimbangan, Peran, dan Pengaruh IPTEK dalam Pembangunan Lingkungan
Perkembangan IPTEK dalam pembangunan lingkungan sangat berperan dan memiliki dampak positif maupun negatif. Perkembangan IPTEK dapat mendatangkan kemakmuran materi, adanya perkembangan ini menimbulkan cabang-cabang ilmu pengetahuan yang dapat membantu pembangunan suatu Negara menjadi lebih maju, perkembangan bioteknologi dapat metentukan jenis tanah, mengetahui syarat tumbuh tanaman, ditemukannya serat sintesis, berkembangnya alat-alat elektronika, media massa komunikasi yang canggih, dan lain-lain.
Namun tak lepas dari itu, pemanfaatan produk IPTEK yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan muncul dampak negatif. Misal penggunaan pestisida yang berkelanjutan dapat menyebabkan rusaknya keseimbangan ekosistem, asap pabrik, asap kendaraan, dan sejenisnya dapat merusak lapisan ozon. Oleh karena itu, penggunaan produk IPTEK yang semakin berkembang hendaknya memiliki keseimbangan dengan kondisi pembangunan dan lingkungan sehingga tujuan dari IPTEK tersebut dapat tercapai.

-          Pengembangan IPTEK dalam Pembangunan Indonesia
Suatu proses inovasi tentu berkaitan dengan penemuan baru dalam teknologi yang biasanya merupakan proses social melalui tahap discovery dan invention, discovery baru menjadi invention apabila suatu penemuan baru telah diakui, diterima, dan diterapkan oleh masyarakat. Inovasi merupakan sistem ide atau gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh masyarakat. Discovery adalah penemuan baru dari unsur kebudayaan yang belum diakui dan digunakan secara luas aleh warga masyarakat. Invention adalah penemuan baru yang sudah diterima, diakui, dan digunakan secara luas oleh warga masyarakat.
Pemerintah menyadari, sehingga pengembangan dan kemajuan IPTEK bagi pembangunan Negara, cepatnya perkembangan ini ditentukan oleh iklim dan lingkungan yang sehat. IPTEK dapat berkembang dengan cepat apabila cukup tersedia peneliti yang memadai. Selai itu, penghargaan terhadap peneliti merupakan dorongan yang dapat membuat semangat peneliti untuk bekerja lebih keras. Pada saat ini, Indonesia belum dapat bersaing dengan Negara-negara maju dalam bidang penelitian dasar tertentu karena sarana dan prasarana untuk melakukannya saat ini belum memungkinkan. Sebaliknya, peneliti Indonesia masih harus bekerja keras dan tekun untuk melakukan penelitian yang khas, seperti meteorologi, vulkanologi, bahasa daerah, dan lain-lain. Kebanyakan teknisi di Indonesia memanfaatkan produk luar negeri untuk kemudia dirakit kembali di dalam negeri.

-          Peran dan Pengaruh IPTEK dalam Meningkatkan Kesejahteraan
IPTEK dalam meningkatkan kesejahteraan manusia dapat berperan sebagai cabang-cabang ilmu pengetahuan baru yang berkaitan dengan sarana dan prasarana yang digunakan manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Hal ini berpengaruh pada perkembangan dunia yang menunjukkan kecenderungan yang sangat memprihatinkan akibat kesalahan dalam memanfaatkan kemajuan IPTEK.
IPTEK membawa kemudahan, kemakmuran, dan kenyamanan, sedangkan teknologi komunikasi membuat komunikasi global jadi lebih mudah. Penerapan perkembangan IPTEK dilakukan agar mendapatkan kemudahan hidup. Namun juga memiliki berbagai dampak negatif seperti mengakibatkan pemusatan kekuasaan terhadap alam pada sejumlah kecil manusia di bumi yang akhirnya menguasai manusia lain, masalah kesempatan kerja makin minim, sedangkan angkatan kerja makin bertambah. Berbagai masalah tersebut bersumber pada dinamika kependudukan, pengembangan SDA, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan teknologi yang kesemuanya bertitik tolak pada suatu masalah. Ilmu dan teknologi merupakan harapan manusia untuk membantu memecahkan masalah dan mengatasi kesulitannya, ilmu dan teknologi tidak netral dalam arti tidak bebas dari nilai-nilai konteks jual.

-          Peran dan Pengaruh IPTEK dalam Bidang Pertahanan
Dengan berkembangnya IPTEK, system pertahanan dan keamanan pun dapat ditingkatkan seperti dengan meningkatkan system transportasi dan komunikasi. Perkembangan IPTEK akan memudahkan mengetahui berbagai informasi dan perkembangan dunia luar. Dengan demikian, kewaspadaan terhadap berbagai ancaman dapat ditingkatkan. Selain itu,penemuan-penemuan teknologi dan pengetahuan tentang pengendalian diri, pertahanan diri, etika bekerja sama dengan pihak lain juga dapat meningkatkan hankam.

-          Perkembangan IPTEK dalam Era Globalisasi
Era globalisasi identic dengan kebebasan dan modernisasi. Oleh karena itu, IPTEK, globalisasi, dan modernisasi memiliki keterkaitan satu sama lain. Kemajuan IPTEK dalam era ini disebut tidak memiliki ambang batas dalam perkembangannya. Selain itu, sifat meterialisme manusia terhadap segala sesuatu termasuk ilmu pengetahuan, memungkinkannya untuk selalu berusaha menemukan sesuatu yang lebih daripada yang sudah ada. Sehingga dari masa ke masa keingintahuan manusia selalu berkembang demi kemudahan dan kenyamanan pembangunan dan kehidupan.

D.   Dampak IPTEK terhadap Kebudayaan
Kemajuan IPTEK dapat menimbulkan konflik dengan tata nilai budaya yang sudah ada. Perubahan kondisi kehidupan manusia sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakan. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalensi teknologi yang selain memiliki segi positif juga memiliki segi negatif.
Adapun dilihat dari segi positif:
ü  Informasi yang diperoleh dari perkembangan IPTEK (media elektronik, televisi, internet, satelit komunikasi, dan media cetak) dapat menciptakan kondisi kehidupan baru yang sebelumnya tidak dikenal.
ü  Dalam bidang teknologi kedokteran, alat kontrasepsi, meningkatkan kesejahteraan keluarga karena berhasil melaksanakan Keluarga Berencana.
ü  Mendorong penemuan hak kekayaan intelektual yang menjadi basis perkembangan di bidang perindustrian dan perdagangan.
ü  Memperkaya nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, mendorong kearah kemajuan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Dilihat dari segi negatif:
Ø  Manusia menjadi resah akibat adanya benturan nilai teknologi modern dengan nilai-nilai tradisional.
Ø  Kontak budaya yang ada dengan budaya asing menimbulkan perubahan system budaya.
Ø  Kemajuan IPTEKdalam bidang kedokteran, alat kontrasepsi, dapat mengarahkan perilaku seksual kalangan remaja hingga orang dewasa ke pergaulan bebas tanpa kontrol.
Ø  Gencarnya promosi produk melalui media elektronik dapat mengubahpola hidup dari produktif menjadi konsumtif, pola hidup hemat menjadi boros.
Ø  Merusak nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, mengahambat kemajuan, memperburuk sendi-sendi kehidupan, dan merugikan masyarakat sehingga terjadi krisis kemasyarakatan. Krisis tersebut dapat mengurangi bahkan menghapuskan arti seseorang.

E.   Kejanggalan Optimisme Teknologi
Apabila kemajuan IPTEK digunakan dengan semestinya maka akan menimbulkan dampak positif bagi manusia, tetapi bila kemajuan IPTEK disalahgunakan maka akan menimbulkan dampak negatif.
1.      Dampak Penyalahgunaan IPTEK terhadap Kebutuhan Pokok Manusia
a.       Pemakaian pestisida selain untuk memberantas hama tanaman ternyata juga dapat membunuh hewan ternak, meracuni hasil panen, bahkan manusia.
b.      Bahan berupa polimer sintetis atau plastic jika sudah menjadi sampah tidak bisa dihancurkan oleh bakteri bakteri pembusuk yang menyebabkan pencemaran tanah, dan jika dibakar akan menyebabkan penipisan ozon.
c.       Dengan teknologi modern, orang dengan mudah menebang pohon di hutan untuk membuat rumah, gedung, dan lain-lain. Sehingga berakibat hutan gundul dan terjadi banjir, erosi, pendangkalan sungai, kematian sumber air, dsb yang akhirnya menyengsarakan manusia itu sendiri.

2.      Dampak Penyalahgunaan SDA
Bahan tambang seperti minyak bumu dan batu bara jika digunakan berlebihan akan punah. Kemajuan teknologi membuat manusia melakukan filterisasi atau penyaringan air bersih namun pembersihan itu tidak selalu sempurna, lambat laun, air bersih akan menurun jumlah dan kualitasnya. SDA lainnya seperti hutan dan hewan pun jika digunakan secara berlebihan dampaknya akan membahayakan manusia sendiri.

3.      Dampak Penyalahgunaan SDM
a.       Semakin meningkatnya pengangguran karena lapangan pekerjaan semakin sempit.
b.      Munculnya pencemaran yang disebabkan zat radioaktif yang sangat beracun baik pada tanah, air, dan udara yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia.
c.       Teknologi dapat memtikan imajinasi, perasaan, dan kejiwaan manusia.

4.      Dampak Penyalahgunaan IPTEK terhdap Komunikasi danTeknologi
a.       Terjadi pencemaran suara dan udara.
b.      Berkurangnya lahan pertanian yang produktif karena digunakan untuk menampung jasa transportasi seperti terminal dan landasan pesawat terbang.
c.       Jika kemajuan IPTEK dikuasai oleh orang yang tidak bertanggung jawab akan munculnya kehancuran di muka bumi.

5.      Dampak Penyalahgunaan IPTEK terhadap Kesehatan
Kemajuan IPTEK dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya:
a.       Kanker, diakibatkan oleh pencemaran udara, penggunaan zat kimia, penggunaan sinar X yang tidak tepat.
b.      Absestos diderita karyawan pabrik akibat terkena debu Oksida Silikon.
c.       Terologi (kelainan bentuk) akibat penggunaan obat penenang oleh wanita hamil sehingga anak yang dilahirkan mengalami kelainan bentuk.

6.      Dampak Penyalahgunaan IPTEK dalam Pencapaian Kemakmuran dan Pelunasan Kemudahan
a.       Negara yang menguasai IPTEK lebih mudah memperoleh kemakmuran dibandingkan negara yang kurang menguasai IPTEK.
b.      Penerapan teknik nuklir yang dikembangkan negara adikuasa untuk membuat senjata mutakhir menimbulkan kegelisahan karena mengancam perdamaian dunia.
c.       Hubungan yang tidak serasi antara system produksi, system ekonomi, dan system ekologi sehingga terjadi pemakaian SDA secara berlebihan dan kurangnya pemanfaatan SDM yang melimpah akibatnya ada masyarakat yang menguasai produksi dan ada yang memerlukan pekerjaan.
d.      Tujuan manusia yang semula memanfaatkan IPTEK untuk mensejahterakan masyarakat ternyata mengakibatkan pemusatan kekuasaan terhadap alam dan akhirnya menguasai manusia lain.

F.    Pengembangan IPTEK tanpa Memuat Nilai Etis dan Religius
Hasil dari kemajuan IPTEK bila tidak diarahkan pemanfaatannya justru akan merugikan manusia, bahkan dapat menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Beberapa penemuan yang merugikan misalnya senjata nuklir, senjata kimiawi, dan biologis serta munculnya pencemaran udara, air, dan tanah yang dapat mengganggu keseimbangan dan keserasian lingkungan hidup. Meskipun hasil kemajuan IPTEK netral tapi keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan eksperimen dan keputusan untuk memilih fakta yang diperlukan tidak terbebas dari nilai dan di sinilah peranan dan perlunya nilai kemanusiaan yang luhur (nilai agama atau religius) untuk menentukan perkembangan dan pemanfaatan IPTEK ke arah yang lebih baik dan benar.
Jadi, perkembangan IPTEK tanpa memuat nilai etis dan religius akan menimbulkan dampak yang merugikan umat manusia di muka bumi. Dengan adanya nilai etis dan religius terhadap perkembangan IPTEK diharapkan nantinya dapat mengurangi resiko sekecil-kecilnya. Dalam perkembangan IPTEK, nilai etis dan religios  berfungsi sebagai alat pengontrol atau pengendali diri.




Daftar Pustaka :

1.      Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Dr. M. Rafiek, S. Pd., M. Pd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar